Saturday, April 22, 2017

JEAN – JACQUES ROUSSEAU PELOPOE ILMU JIWA PENDIDIKAN

JEAN – JACQUES ROUSSEAU
PELOPOE ILMU JIWA PENDIDIKAN






A.   RIWAYAT HIDUP
Jean Jacque Rousseau, dilahirkan pada tahun 1712 di jenewa, swiss. Namun setelah itu ibunya meninggal dunia. Kemudia ia hidup bersama ayahnya yang bekrja sabagai tukang jam. Tetapi ayahnya tidak mengasuh dan memberikan pendidikan kepadanya, ia hidup bebas. Tapi karena kepandaianya ia sudah bisa membaca  saat umur 10 tahun.
Dari hal itu Rosseau memperingatkan agar konotasi anak jangan dibiarkan berkembang dengan leluasa,  hal ini ditulisnya dalam bukunya yang berjudul “Emile”.  Tak lama kemudian dia di usir oleh ayahnya, ia kemudian diasuh oleh seorang pendeta dan disinilah kemudian berkembang rasa cintanya terhadap alam.
Pada tahun 1724 ia belajar pada seorang pembuat cap, disini ia mendapat pendidikan yang keras tapi tak lama kemudian ia meninggalkan tempat itu karena ia tidak tahan.
Saat di turin, italia ia bertemu dengan pastur yang memberi pelajaran yang baik terhadapnya sehingga ia memeluk agama katholik. Tahun 1745 ia pergi ke paris  disana ia terlibat percintaan dengan wanita, misalnya salah seorang dengan therese Levasseur. dengan wanita tersebut  ia mempunyai lima anak di luar pernikahan, tetapi pada usia 50 tahun ia baru menikahinya. Kelima anaknya ia menitipkanya pada sebuah yayasan yang menampung anak buangan. Hal ini sebenarnya bertentangan dengan dengan tulisanya “orang yang tidak dapat memenuhi kewajibanya sebagai seorang ayah jangan menjadi ayah”.
Di paris Rousseau diterima menjadi anggota perkumpulan filsafat, disitu ia banyak berkenalan dengan ahli filsafat seperti Holbach, Diderot. Ia juga ikut menyusun buku Encyclopedi.  Pada tahun 1749, academia Dijon menyelenggarakan sayembara yang menanyakan “apakah pembahruan ilmupengetahuan dan kesenian telah menyumbangkan untuk memburukan ataumeningkatkan kesusilaan? “ Rousseau kemudiam menjawab dengan tajam  “kemajuan ilmu pengetahuan dan kesenian hanya menghasilkan ketidaksungguhan, kemunafikan, kecongkakan dan kesombongan untuk umat manusia yang semula kodratnya baik, bila ia ingin selamat hanya ada satu jalan back to nature”
Ia kemudian meninggalkan paris, pergi ke alam bebas  sesuai dengan cita-citanya “kembali ke alam”. Ia mempunyai pandangan bahwa bukan kecerdasan yang menjadi ukuran di dalam soal keprcayaan melainkan perasaan. Pada tahun 1754 ia kembali ketempat kelahiranya, jenewa tidak bertahan lama karena dekat dengan tempat tinggal Voltaire.  Rousseau benci kepadanya tentang karya-karyanya, ia juga menentang rencananyatentang untuk mendirikan gedung teater yang menurut rousseau hanya akan membejatkan moral. Oleh karena itu ia dibenci oleh Voltaire dan juga para sahabatnya mulai menunggalkanya karena jalan pikiranya mulai menyimpang. Pada tahun 1762 ia mempunyai kesulitan dari pihak penguasa  atas tulisan-tulisanya  misalnya dalam bukunya “Emile” yang tidak diterimaoleh pemerintah dan kemudian bukunya dibakar di jenewa dan paris. Pemerintah juga memerintahkan untuk menangkapnya.
Sahabatnya banyak yang menghindar karena sifatnya berubah menjadi kasar dan penuh kecurigaan. Ia menjadi orang yang dibenci dalam selama 20 tahun sisa hidupnya ia dilanda kemurungan, hidupnya penuh ketakutan karena dikejar-kejar pemerintah. Karena itu ia lari ke swiss. Inggris dan kembali lagi. Bulan mei 1778  ia pergi dari kota paris dan tinggal di pedesaan dalam hutan Ermenonville dan dua bulan kemudian ia meninggal.

         


B.     DASAR PENDIDIKAN
1.     Pandangan teologis
Manusia adalah mahluk yang paling dekat dengan allah. Namun kenyataan ini bukanlah hasil dari prestasi manusia, melainkan kehendak tuhan.

2.     Pandangan psikologis
Walaupun rousseau bukanlah seorang ahli ilmu jiwa, yang menarik kesimpulan berdasarkan penelitian ilmiah, namun tinjauanya terhadap perkembangan sebagai pribadi mendahului begitu banyak penemuan yang di dapati oleh para  ilmuwan pada abad ke 20 ini.
Ruang lingkup studinya mencakup anak dari empat golongan umur:
a.       Anak “balita” (kelahiran sampai umur 4 tahun)
Penyesuaian diri dengan alam, yang memainkan peranan dasariah dalam teologia rousseau masih tetap sebagai asas yang berlaku untuk menyoroti cara memahami kebutuhan pokok tentang si bayi.

b.      Masa kanak-kanak (umur 5 – 11 tahun)
Sesuai dengan irama alam, masa kanak-kanak hendaknya di nikmati oleh anak sebagai waktu peka untuk tertawa, bermain, memeriksa dunia sekitarnya, menguji kekuatan dan kemampuan yang semakin bertambah dalam dirinya,dan hidup bebas dari banyak hambatan yang didirikan secara salah oleh orang dewasa.

c.       Golongan umur 12-14 tahun (masa pra-puber)
Masa kelemahan dalam arti kekuatan si anak tidak selaras dengan keinginannya. Oleh karena itu, ia harus bergantung pada orang lain. Namun menjelang tahun-tahun terakhir yang termasuk dalam golongan kanak-kanak tersebut kekuatan si anak semakin meningkat.

d.      Golongan umur 15 sampai dengan 20
Secara lahiriah tampaklah perubahan jasmani, antara lain dari suara yang semakin parau, kelihatan bulu  di sekitar kemaluanya.


   
C.     ASAS-ASAS PENDIDIKAN SECARA UMUM
1.     Perlunya pendidikan
Rousseau setuju dengan dalil Comenius bahwa status “manusia” tidak dicapai sebagai hasil kelahiran saja, malahan karena ia dijadikan demikian oleh pendidikan yang bersumber pada tiga hal yakni: alam, manusia dan benda-benda.


2.     Tujuan umum
Sebagai pendidikan sendiri harus berporos pada alam, demikianlah pula tujuanya, yakni,: untuk mengembangkan  semua bakat si murid agar ia diperlengkapi hidup merdeka terlepas dari ketergantunganya pada prakarsa orang lain, atau tempatnya yang khusus dalam masyarakat.

3.     Guru

4.     Walaupun alam adalah guru dasariah,  namun mesti ada guru insane yang mengembangkan tugas belajar  secara teratur yang selaras dengan alam.


5.     Si pelajar
Adalah anak laki-laki dan perempuan, tetapi ruang lingkup kajian studi anak laki-laki  lebih luas dari pada anak perempuan.

6.     Kurikulum yang tersedia bersifat kontekstual, yang dibahas sesuai dengan tingkatan tahap perkembangan usia.


D.    ASAS-ASAS PENDIDIKAN SECARA KHUSUS
1.      Anak  “balita” (kelahiran sampai dengan 4 tahun)
2.      Masa kanak-kanak (umur 5-11 tahun)
a.       Melatih kemampuan jasmani
b.      Memperbaiki keterampilan yang berkaitan kebutuhan hidup
c.       Mempertajam penggunaan panca indra
d.      Bersaingan hanya dengan diri sendiri saja
e.       Bertindak baik

3.      Masa anak yang berumur 12 sampai dengan 14 tahun
a.       Melatih anak membuat serta memakai alat-alat
b.      Memupuk perkembangan intelektualnya
c.       Melibatkanya dalam pertimbangan apa yang benar dan berharga

4.      Masa puber
a.       Membahas arti persahabatan dan cinta kasih
b.      Memahami sesamanya sebagai diri pribadi
c.       Memeluk agama yang dapat dipertahankan
d.      Melayani kebutuhan masyarakat

e.       Mempertimbangkan pentingnya buah kebudayaan



No comments:

Post a Comment

TAMBAHAN DAN KONFIRMASI ULANG MENGENAI NUBUATAN YANG KAMI SAMPAIKAN MENGENAI BASUKI TJAHAJA PURNAMA

TAMBAHAN DAN KONFIRMASI ULANG MENGENAI NUBUATAN YANG KAMI SAMPAIKAN MENGENAI BASUKI TJAHAJA PURNAMA Seperti telah diketahui dan dibaca s...